Selasa, 23 April 2013

Analisa untuk mengetahui makna dan arti dari kata Choo'on pada Bahasa Jepang Dengan Menggunakan Software PRAAT




ABSTRACT

      Dalam study ini kami menganalisa dari tingkatan dalam mengucapkan kata dari 3 jenis buku mhasiswa sebagi patokan yaitu Minna no Nihongo I, Minna no Nihongo II and Kana Nyumon. Karna dibuku tersebut sudah terdapat lengkap yang membahas tetntan panjang pedeknya artikulasi dalam membaca tulisan jepang. Dan disini kami mengidentifikasi tentang choon dimana , kami akan mengidenifikasi suara yang diucapkan dengan arti yang sebenarnya.

LATAR BELAKANG

     Latar belakang penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mengenai bunyi bahasa. Bahasa Jepang dikenal sebagai bahasa yang kaya dengan huruf, tetapi miskin dengan bunyi. Bahasa Jepang juga membedakan pengucapan panjang pendeknya vokal dan fakta ini tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia. Bahasa Jepang memiliki pasangan vokal panjang (dalam penelitian ini akan memakai istilah choo’on) dan vokal pendek (tan’on). Tan’on terdiri dari vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, sedangkan choo’on terdiri dari vokal /a:4/, /i:/, /u:/, /e:/ /o:/. Dimana panjang pendeknya sangat mempengaruhi arti kata tersebut.

TUJUAN PENELITIAN

   Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Persepsi Bunyi Choo’on Dalam Kosakata Terhadap Kemampuan Mahasiswa Tingkat IV Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Riau Tahun Ajaran 2011/2012”.

TARGET PENELITIAN:

   Berdasarkan permasalahan di atas, penulis akan meneliti bagaimana kemampuan mahasiswa. Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang tingkat IV Program Studi Universitas Riau tahun ajaran 2011/2012 dalam mempersepsikan bunyi panjang pendek. Tujuan  dan target penulis dalam melakukan penelitian ini adalah;
   (1) Mengetahui bagaimana kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang dalam              mempersepsikan bunyi choo’on.
    (2) Mengetahui bagaimana hubungan kemampuan mempersepsi bunyi choo’on dengan arti kosakata 
          yang sudah dikenal.

METODOLOGI PENELITIAN

     Penelitian ini dilakukan dengan mengambil mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang Universitas Riau tingkat IV sebagai responden yang berjumlah 33 orang. Tetapi, hanya 21 responden yang bersedia.
      Dalam penelitian ini penulis menggunakan data tes sebagai instrumen penelitian. Jenis tes yang digunakan adalah pilihan ganda. Penulis mengumpulkan data choo’on yang terdapat di dalam buku Minna no Nihongo I, Minna No Nihongo II dan Kana Nyumon. Dan di klasifikasikan berdasarkan letaknya, yaitu di awal, di tengah, di akhir, diawal dan di akhir kata. Kemudian penulis menseleksinya menjadi 45 buah kosakata. Dan disini penulis menggunakan software PRAAT dalam pengujian.

Tabel 1
Kisi-kisi Penulisan Soal Tes

Data tes diambil dengan cara meminta responden untuk mendengarkan kosakata dengan menggunakan alat pemutar suara (laptop) yang didukung oleh pengeras suara (speaker). Responden kemudian mengerjakan tes tertulis yang terdiri dari dua pilihan, kosakata yang merupakan choo’on dan yang tidak.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.      Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Awal Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di awal kata, 95% responden mempersepsikan dengan benar bahwa kosakata どうろ(douro) merupakan sebuah choo’on, sedangkan 5% responden salah dalam menjawab soal ini. 

2. Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Tengah Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di tengah kata, 90% responden mempersepsikan dengan
benar bahwa kosakata (choukin) merupakan sebuah choo’on, sedangkan 10%
responden salah dalam menjawab soal ini.


3. Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Akhir Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di akhir kata, 86% responden mempersepsikan dengan
benar bahwa kosakata ふとう(futou) merupakan sebuah choo’on, sedangkan 14% responden
salah dalam menjawab soal ini.

4. Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Awal Dan Tengah Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di awal dan tengah kata, 86% responden mempersepsikan
dengan benar bahwa kosakata れいぞうこ(reizouko) merupakan sebuah choo’on, sedangkan
14% responden salah dalam menjawab soal ini.

5. Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Awal dan Akhir Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di awal dan akhir kata, 86% responden mempersepsikan
dengan benar bahwa kosakata とうけい (toukee) merupakan sebuah bunyi choo’on, sedangkan
14% responden salah dalam menjawab soal ini.

KESIMPULAN
     Dapat disimpulkan bahwa untuk bunyi choo’on memiliki panjang kira-kira dua kali lipat vokal pendeknya (tan’on). Arti panjang pendeknya sebuah kata dalam bahasa Jepang dapat menimbulkan perbedaan makna. Hal ini harus diperhatikan agar tidak terjadinya kejanggalan dan kekurangjelasan dalam berkomunikasi
      kepada pengajar, dalam perkuliahan agar membahas materi choo’on lebih mendalam. Hal ini dirasa perlu agar mahasiswa terbiasa dengan bunyi (choo’on) dan bunyi (tan’on) sehingga meminimalkan kesalahan. Kepada pembelajar, mengenai bunyi (choo’on) dan bunyi (tan’on) terdapat banyak kesalahan terutama dalam hal mempersepsikannya, diharapkan agar lebih meningkatkan latihan-latihan dalam mempelajari bahasa jepang.

Catatan Kecil:
   Dalam penelitian tersebut sang peneliti menggunakan software praat yang merupakan sebuah freeware yang diciptakan oleh Paul Boersma & David Weenink dari Phonetic Sciences Department University of Amsterdam (www.praat.org). Dengan slogannya ‘doing phonetics with computer’, Praat merupakan software  untuk melakukan analisis dan rekonstruksi suara secara fleksibel. Praat dapat digunakan untuk  melakukan banyak hal, mulai dari analisis spectrogram hingga rekonstruksi (add, cut, dll) suara itu sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Dimas Amiluhur Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Blogger Template © 2009